Jangan Anggap Sepele! Nyeri Pinggang Seperti Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Kejepit L4-L5
Nyeri pinggang yang menjalar hingga ke paha atau kaki tidak selalu disebabkan kelelahan atau salah posisi duduk, tetapi bisa menjadi tanda saraf kejepit pada ruas tulang belakang L4-L5
Nyeri pinggang merupakan keluhan yang sering dialami banyak orang, terutama pekerja kantoran, pengemudi, hingga mereka yang sering mengangkat beban berat. Karena dianggap sebagai pegal biasa, tidak sedikit orang yang memilih mengabaikannya atau hanya mengonsumsi obat pereda nyeri.
Padahal, menurut spesialis bedah saraf dr. M. Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS dari RS Abdi Waluyo, pada sebagian kasus nyeri pinggang dapat menjadi tanda saraf kejepit di ruas tulang belakang L4 dan L5, yaitu salah satu lokasi yang paling sering mengalami gangguan pada punggung bagian bawah.
Dokter Aulia menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menyamakan saraf kejepit dengan hernia nukleus pulposus (HNP). Padahal, keduanya tidak selalu sama. HNP merupakan salah satu penyebab yang dapat menimbulkan saraf kejepit, tetapi tidak semua HNP menyebabkan saraf tertekan dan tidak semua saraf kejepit disebabkan oleh HNP.
Kenali Gejala Khasnya
Salah satu tanda yang paling khas dari saraf kejepit L4-L5 adalah munculnya nyeri yang menjalar dari pinggang menuju paha bagian samping luar, bahkan dapat mencapai betis atau kaki. Keluhan ini sering disertai rasa kebas atau kesemutan sehingga berbeda dengan nyeri otot biasa yang umumnya hanya terasa di area pinggang.
Pada sebagian penderita, nyeri juga dapat terasa seperti tersetrum, terbakar, atau menusuk. Keluhan biasanya semakin berat saat duduk terlalu lama, membungkuk, batuk, bersin, atau mengangkat barang berat.
Jika tekanan pada saraf semakin berat, penderita dapat mengalami kelemahan otot pada tungkai sehingga berjalan menjadi sulit atau kaki terasa tidak sekuat biasanya. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat menunjukkan adanya gangguan saraf yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu
Menurut dr. Aulia, salah satu penyebab paling sering saraf kejepit L4-L5 saat ini adalah perubahan gaya hidup yang semakin minim aktivitas fisik. Kebiasaan duduk berjam-jam di depan komputer, bekerja tanpa banyak bergerak, hingga terlalu sering menggunakan layanan yang membuat tubuh semakin jarang berjalan menjadi faktor yang meningkatkan tekanan pada tulang belakang.
Saat seseorang duduk dalam waktu lama, bantalan antarruas tulang belakang menerima tekanan yang lebih besar dibandingkan saat berdiri atau berjalan. Jika berlangsung terus-menerus selama bertahun-tahun, kondisi tersebut dapat memicu gangguan pada bantalan tulang belakang yang akhirnya menekan saraf.
Selain kurang bergerak, risiko juga meningkat pada orang yang mengalami obesitas, sering mengangkat beban dengan teknik yang salah, mengalami cedera, atau memasuki usia lanjut ketika bantalan tulang belakang mulai mengalami proses degenerasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua nyeri pinggang berarti saraf kejepit. Namun, apabila nyeri berlangsung lebih dari beberapa minggu, menjalar hingga ke kaki, disertai kebas, kesemutan, kelemahan otot, atau semakin berat saat beraktivitas, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar penyebab keluhan dapat diketahui secara pasti. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti MRI untuk melihat kondisi bantalan dan saraf pada tulang belakang.
Bisa Dicegah dengan Kebiasaan Sederhana
Kabar baiknya, sebagian besar kasus saraf kejepit dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memperkuat otot punggung dan perut, menghindari duduk terlalu lama, serta menerapkan posisi duduk yang ergonomis merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko gangguan pada tulang belakang.
Bagi pekerja kantoran, disarankan berdiri atau berjalan ringan setiap 30 hingga 60 menit agar tekanan pada tulang belakang tidak berlangsung terus-menerus. Sementara bagi pekerja yang sering mengangkat barang, teknik mengangkat beban yang benar juga sangat penting untuk melindungi punggung.
Nyeri pinggang memang sering dianggap sebagai keluhan ringan. Namun, jika rasa sakit menjalar ke paha atau kaki disertai kebas dan kesemutan, jangan menunggu hingga aktivitas terganggu. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu penanganan lebih cepat sekaligus mencegah kerusakan saraf yang lebih berat.





